Monday, 31 March 2008

Amdal Sudah Rampung

SUNGAIPENUH – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA) Batang Merangin, Kabupaten Kerinci yang berkapasitas 2 x 90 mega watt bakal dilanjutkan. Bangunan yang diprediksi bernilai Rp 2,5 triliun itu sempat dikabarkan tidak akan dilanjutkan.

Pasalnya, beberapa waktu lalu tidak jelas kegiatannya di lapangan.

Kabar bakal dilanjutkanya pembangunan PLTA Batang Merangin itu disampaikan oleh Kasmanto, Manager PT Kerinci Hydro Energi (Bukaka Group), Minggu (30/3) kemarin. Kasmanto menjelaskan, apa yang ditunggu selama ini yakni Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sudah dikeluarkan dan itu menandakan pembangunanya bisa dilanjutkan.

“Selama ini kita memang terkendala pada Amdal untuk melanjutkan pembangunan PLTA. Tapi itu sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi Jambi sehingga pengerjaan PLTA bisa dilanjutkan. Dikeluarkannya Amdal sekaligus juga sudah menepis isu di tengah masyarakat tentang pembangunan PLTA yang katanya tidak akan dilanjutkan,” terang Kasmanto.

Amdal yang ditunggu-tunggu itu sebutnya, sudah dikeluarkan Pemerintah Provinsi 24 Pebruari 2008 lalu dan telah pula diserahkan kepada Pemkab Kerinci dalam hal ini ke Bagian Lingkungan Hidup Setda Kerinci.

Hanya saja terangnya, untuk melanjutkan pembangunan PLTA itu, terlebih dahulu pihaknya harus mengajukan kembali perpanjangan izin lokasi. Dimana semula sudah direncanakan lahan yang bakal digunakan untuk pembangunan PLTA Batang Merangin itu seluas 21,5 hektar. “Untuk izin lokasi itu sudah kita ajukan ke Bupati setelah itu baru bisa lanjutkan pengerjaannya ke lokasi pembangunan PLTA,” ucapnya

Sebenarnya urai Kasmanto, dari PT Kerinci Hydro Energi juga telah melakukan survei terhadap lokasi yang akan dijadikan lahan untuk pembangunan PLTA itu. Akan tetapi bagaimanapun juga harus diukur kembali oleh BPN Kerinci agar semuanya klir kembali sebelum dimulai pengerjaann. Ia mengakui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk pengukuran lokasi ini tidak mudah melainkan dibutuhkan waktu yang lama. “Sekarang ini kita hanya menunggu izin lokasi baru mulai dikerjakan lagi,” tutur Kasmanto.

Terakhir apa yang terjadi dan berkembang di tengah masyarakat tentang pembangunan PLTA Merangin sangat dipahami terlebih belum dikeluarkannya Amdal. Sehingga baru-baru ini katanya, apa yang dilakukan PT Kerinci Hydro Energi hanya sebatas apa yang bisa dikerjakan terlebih dahulu sepanjang yang dikerjakan itu tidak melanggar aturan dan kesepakatan yang ada.

“Selama ini kita sudah jalan dan kerja, bukan berarti kita diam saja dan kita sudah mengerjakan apa yang bisa kita kerjakan sepanjang semuanya itu tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” cetusnya.

Sementara itu untuk diketahui bahwa di lapangn sejauh ini yang diketahui Bukaka Group itu baru saja usai membuka jalan akses menuju pembangunan inti PLTA seperti jalan menuju Muaro Pulau. Sedangkan untuk intinya sama sekali belum disentuh atau dikerjakan lantaran terkendala Amdal. (wdo)

Tebing Batang Merao Longsor, Rumah Warga Koto Majidin Nyaris Ambruk

Monday, 31 March 2008

SUNGAIPENUH – Beberapa unit rumah warga di Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, nyaris ambruk ke Sungai Batang Merao. Pasalnya, tebing Sungai Batang Merao yang selama ini sebagai penyangga rumah warga itu, kini sudah mengalami longsor.

Kejadian seperti ini sudah terjadi sejak dua pekan terakir. Kala itu hujan setiap harinya di Kerinci sehingga menyebabkan debit Batang Merao naik dan tebing penyangga sungai juga ikut mengalami longsor. Tebing Batang Merao yang mengalami longsor terjadi di RT 02 Dusun Di Air, Desa Koto Majidin Mudik.

Sebelumnya, beberapa waktu lalu, kejadian yang serupa juga sempat terjadi. Hanya saja lokasinya yang berbeda. Kalau sebelumnya terjadi di bagian mudik tepatnya di belakang rumah H. Sabri Ilyas dan telah mendapat penanganan dari pemerintah terbukti dibuatkannya beronjong penahan, maka longsor tebing kali ini terjadi di bagian hilirnya.

Dimana posisi longsor tebing sekarang ini, tidak terlalu jauh dari longsor semula, berjarak beberapa meter saja. Kondisi di lokasi sekarang ini hanya tinggal satu meter lagi jarak antara rumah warga dengan tebing Batang Merao yang longsor terutama rumah Tamrin dan rumah milik Marliana di RT 02 Dusun Di Air, Desa Koto Majidin Mudik.

Dengan kondisi tebing Batang Merao yang ada sekarang ini tentu saja membuat pemilik rumah tidak bisa tidur nyenyak. Terutama sekali di musim pengujan lantaran di Kerinci sekarang kerap diguyuri hujan. “Begitu terjadi hujan lebat terlebih terjadinya pada malam hari kami sangat cemas. Kalau-kalau tebing dibelakang rumah bertambah longsor lagi,” ungkap Thamrin, yang posisi rumahnya tepat berada dibelakang tebing Batang Merao yang longsor itu.

Seperti kejadian sepekan lalu. Dimana debit Batang Merao kian membesar saat kejadian itu dirinya dan warga sekitar berselang beberapa jam saja melihat ke belakang rumaha yang longsor. Mereka sangat khawatir sekali jika longsor itu terus terjadi bisa jadi rumahnya akan ambruk kedalam sungai.

Untuk menghindari agar longsor tidak terlalu parah dan berlarut-larut ketika hujan datang kata Tamrin, dirinya bersama tetangganya juga sudah memberikan lantak dari bambu sebagai penahan sementara.

Kecemasan lainnya juga diungkapkan oleh Marliana, yang rumahnya juga bersebelahan dengan rumah Tamrin. Sama seperti warga lainnya yang bermukim di tebing Batang Merao itu kata Marlina, sebelum dibuatkan tembok penahan yang parmanen maka selama itu pula dirinya hidup dalam kecemasan.

Disisi lain, warga setempat Fauzan menyebutkan bahwa pemerintah desa setempat yakni Kades Koto Majidin Mudik, dikabarkan telah mengajukan permohonan kepada pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Kimpraswil, untuk segera membantu masyarakat dengan membuat tebing penahan untuk mengatasi keluhan warga yang bermukim di Rt 02 Dusun Di Air yang rumahnya ditepi Batang Merao itu.

Bahkan sebutnya lagi, direncanakan pula warga juga akan mengirimkan surat ke Kipraswil Provinsi Jambi, terkait dengan longsornya tebing batang merao itu. “Kalau ke Kimpraswil Kerinci sudah dilaporkan, sekarang ini kita sedang mengupayakan bantuan dari pemerintah Provinsi Jambi melalui Kimpraswil Provinsi, ” tambah Fauzan pula. (wdo)

Sumber : http://www.jambieks pres.co.id/