Oleh Novriadi (TT2)

Pendidikan adalah salah satu kebutuhan primer untuk meningkatkan kualitas hidup suatu bangsa. Negara atau bangsa yang maju tidak hanya ditentukan oleh perekonomian yang kuat, suasana politik yang tenang, suasana kehidupan yang serba aman, banyaknya lapangan perkerjaan. Akan tetapi, juga ditentukan berapa persen penduduk yang menikmati pendidikan lanjut hingga perguruan tinggi.

Suatu negara dapat menjadi negara maju. Bukan karena sumber daya alam yang berlimpah-ruah saja, tetapi ada hal yang lebih memegang peran penting, yaitu sumber daya manusianya. Coba kita telaah sedikit, apakah negara-negara maju seperti Jepang, Singapura dan negara-negara di benua Eropa (Jerman, Inggris, Prancis, Rusia, dll) memiliki banyak sumber daya alam? Jawabannya tentu tidak. Keadaan alam mereka bukanlah iklim tropis layaknya Indonesia. Mereka tidak punya sumber minyak dan gas bumi. Bila dipandang dari segi sumber daya alamnya, negara-negara tersebut sangat miskin dari negara Indonesia. Tapi ironisnya kenapa negara kita belum menjadi negara maju sampai sekarang? Memang jawabanya adalah banyak faktor yang mempengaruhi, tapi yang menjadi pusat perhatian saya kali ini adalah masalah pendidikannya. Di negara-negara tersebut pendidikan bukanlah barang mahal, akan tetapi barang gratisan.

Jauh memang bila kita berbicara kualitas pendidikan antara negara maju dan negara berkembang. Bukannya suatu yang tidak mungkin terjadi negara, jika negara berkembang berubah menjadi negara maju bila bangsa tersebut sadar akan ketertinggalannya. Dari kehidupan sejarah, setelah perang dunia II, Jerman dan Jepang adalah negara yang paling tinggi kena dampak akibat perang karena kedua negara ini terlibat langsung dan habis-habisan kena serangan Amerika dan sekutunya.

Seluruh fasilitas dan bangunan-bangunan di Jerman rata dengan tanah. Tidak ada satu pun BUMNnya Jerman luput dari serangan Amerika. Tetapi, kenapa kurang lebih seumur dengan negara kita. Jerman bisa bangkit dengan cepat? Padahal mereka tidak memiliki minyak dan gas bumi, tidak memiliki hutan yang luas, tidak memiliki hasil alam lainya yang berharga. Memang Jerman juga memiliki pertanian, tetapi pertanian mereka hanya pertanian gandum, yang mana itu adalah bahan pokok rakyat mereka untuk diolah menjadi roti.

Setelah kalah di Perang Dunia II, Jerman bangkit di bidang Teknik Mesin. Semua para insinyur dikerahkan untuk membangun negara. Mereka sangat ahli di bidang permesinan. Pemerintahan Jerman saat itu sangat memfokuskn pembangunan di bidang pendidikan, sarana, dan prasarana umum. Mereka benar-benar menata pondasi pendidikan seluruh bangsa sehingga seluruh rakyat menikmati pendidikan yang pada akhirnya menetaskan para insinyur-insinyur, ekonom-ekonom yang berkualitas. Hingga kini, banyak sekali produk-produk teknologi Jerman membanjiri pangsa pasar international dan tidak terkecuali Indonesia . Sebut saja BMW, Mercedes Benz, Porche, Siemen, Bosch, dan banyak lagi yang lain.

Itu lah sedikit sejarah masa lalu Negeri Panser. Bicara masa sekarang, bila kita hendak mengecap pendidikan lanjut ( Sarjana/S1, Magister/S2 atau Dr./Ph.D./S3) di luar negeri (negara maju), Jerman masih merupakan pilihan prioritas baik dengan uang pribadi atau beasiswa.

Sistem pendidikan
Pada dasarnya sistem pendidikan secara global dari SD (grundschule) sampai universitas (universitat) di Jerman hampir sama dengan di tanah air. Kita bisa lihat diagram dibawah ini:

Sekilas bila dilihat dari segi tingkatan dan durasi pendidikan tidak begitu beda dengan apa yang telah diterapkan di Indonesia, tetapi mengapa kualitas dan kuantitas yang dihasilkan jauh berbeda? Mari kita simak apa saja yang menyebabkan perbedaan tersebut.

Fasilitas-fasilitas yang didapat secara umum oleh siswa/mahasiswa:
- Dari SD sampai universitas tidak dipungut biaya, meskipun ada bayaran hanya bersifat uang kegiatan ekstrakurikuler saja. Ini baru berlaku di universitas (berlaku bagi mahasiswa asing).

- Adanya subsidi dari pemerintah di bidang transportasi bagi siswa/mahasiswa, bahkan susbsidi tersebut hingga 75%.(berlaku bagi mahasiswa asing)

- Adanya tunjangan pendidikan anak bagi PNS (pegawai pemerintah). Semakin banyak anak yang bersekolah maka tunjangannya semakin besar.

- Tersedianya lapangan kerja paruh waktu bagi siswa dan mahasiswa yang resmi karena adanya kerja sama pemerintah dan seluruh pihak swasta.(berlaku bagi mahasiswa asing)

- Tersedianya banyak perpustakaan dan fasilitas internet dengan teknologi terkini sebagai sumber ilmu pengetahuan pada setiap sekolah dan kampus.(berlaku bagi mahasiswa asing)

- Adanya pinjaman uang untuk biaya hidup dengan bunga lunak dan jangka waktu lama bagi siswa/mahasiswa Jerman dari pemerintah, uang tersebut baru akan dicicil apabila siswa/mahasiswa tersebut telah berkerja secara permanen.

Beberapa keutungan lain kuliah (universitas) di Jerman bagi mahasiswa asing:

- Biaya kuliah gratis bahkan banyak sekali ketersediaan beasiswa (untuk biaya hidup) di bandingkan negara-negara maju lain-nya seperti Amerika, Inggris, Australia, Kanada yang memerlukan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah.

- Kualitas pendidikan yang tidak diragukan dan tidak kalah bila dibandingkan Amerika dan Inggris.

- Tenaga pengajar/dosen 100% S3 (doktor/Ph.D.).

- Fasilitas kampus yang serba lengkap sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar, seperti buku-buku, script mata kuliah telah diberikan oleh kampus secara gratis dan printer telah disediakan pada setiap laboratorium sehingga memudahkan mahasiswa mencetak hal-hal yang berhubungan dengan mata kuliah.

- Di Jerman sangat sedikit universitas swasta, kalaupun ada hanya +/-10%, universitas negeri tersedia di setiap kota dengan kualitas dan fasilitas hampir sama tiap-tiap kota. Jadi, sangat susah membedakan kesenjangan kualitas dan fasilitas tiap-tiap universitas, lain halnya dengan di Indonesia.

- Adanya keseimbangan antara kuliah di kelas dan praktik di industri. Setiap mahasiswa minimal menjalankan praktikum di industri selama 2 semester, skripsi/thesis 1 semester, dan ini sudah dapat langsung dijadikan pengalaman kerja setelah tamat kuliah.

- Minimal mahasiswa asing lulusan Jerman mempunyai 2 pengetahuan bahasa, yaitu bahasa Inggris dan Jerman.

- Banyaknya fasilitas-fasilitas yang sengaja disiapkan oleh pemerintah Jerman khusus bagi siswa/mahasiswa asing dan ini sangat jarang bisa kita jumpai di negara-negara lain.

- Lulusan Jerman sudah terbiasa bekerja dan belajar dengan standar internasional sehingga apabila bekerja di perusahaan asing, bukan menjadi hal yang baru.

Cara mendaftar di universitas bagi mahasiswa asing:
- Bagi yang ingin mengambil S1, tidak ada pilihan yang tersedia hanya kuliah dengan memakai bahasa Jerman. Jadi, harus mempersiapan bahasa terlebih dahulu (+/- 1 tahun).

- Bagi yang ingin lanjut S2, ada dua pilihan, kuliah dengan mengunakan bahasa Inggris atau bahasa Jerman.

- Sebelum mengikuti kuliah, harus mendaftarkan diri ke student kolleg (pra universitas) kurang lebih 2 semester.
Sebaiknya student kolleg dilakukan di Jerman, meskipun ada di Indonesia, di Jerman lebih menguntungkan.

- Masing-masing universitas memiliki cara-cara tersendiri dalam menerima mahasiswa, dan waktunya tidak serentak dalam melakukan test, tergantung universitas masing-masing. Akan lebih baik langsung menghubungi universitas yang bersangkutan. Begitu pula mengenai syarat-syarat-nya, masing-masing universitas mempunyai penilaian-penilaian tersendiri.

- Pendidikan di tingkat universitas terbagi atas dua semester tiap tahunnya, yaitu summer semester dan winter semester. Summer semester biasanya dimulai sekitar bulan April sedangkan winter semester dimulai sekitar bulan Oktober.

- Apabila ingin mendapatkan informasi-informasi tentang universitas dan jurusan-jurusannya, kita bisa langsung mengunjungi websitenya masing-masing sangat mudah dan membantu.

- Hampir 100% universitas di Jerman menjadikan website sebagai pusat informasi, dan kita juga dapat dengan mudah menghubungi international officenya melalui email. Setiap email yang masuk pasti mendapat respon, email bisa diketik dalam bahasa Inggris.

- Untuk mendapatkan alamat-alamat website universitas-universitas di Jerman, bisa kunjungi www.daad.de, www.study-in.de selanjutnya silahkan berhubungan langsung dengan pihak kampus.

- DAAD Jakarta juga menyediakan program beasiswa bagi mahasiswa indonesia yang ingin kuliah di jerman, DAAD adalah lembaga pendidikan kerjasama antara Jerman-Indonesia.

- Informasi lebih detail tentang beasiswa dan syarat-syarat-nya bisa dilihat di dalam website tersebut di atas. Database beasiswa ada di website Funding Guide.

- Bagi yang berminat melanjutkan S1 atau S2 di Jerman, sebaiknya telah mendaftarkan diri minimal 3 bulan sebelum proses belajar-mengajar dimulai, karena persaingan yang sangat ketat dan jumlahnya yang sangat banyak dari seluruh dunia. Oleh karna itu diperlukan persiapan akademik dan mental sebaik-baiknya.
Semoga informasi ini bermanfaat bagi adik-adik di SMU TT sekalian, sehingga diharapkan dimasa akan datang sudah ada satu, dua atau lebih alumni SMU TT melanjutkan S1 di Jerman ataupun di negara-negara maju lainnya. Semoga berhasil.

Novriadi Adi, S.T. (Angkatan II SMA TT)
Master Mechatronic Program
University of Applied Science Weingarten Germany