Sejarah

IATT Jambi, Ikatan Alumni SMA Titian Teras Jambi resmi dideklarasikan di Bandung pada tanggal 21 Maret 1999 pukul 14.50 WIB. Deklarasi IATT ini dihadiri oleh 24 orang alumni angkatan I dan II yang berdomisili di Bandung. Setelah deklarasi tersebut, maka sebagai tindak lanjut, alumni yang berada di Bandung mendirikan IATT wilayah Bandung dan langsung melakukan pemilihan pengurus yang pada saat itu disepakati bahwa untuk menjaga eksistensi IATT, maka wilayah Bandung harus segera membentuk pengurus, meskipun belum ada AD & ART. Semua anggota rapat menyetujui bahwa Pengurus IATT Wilayah Bandung minimal terdiri dari ketua dan wakil ketua.

Setelah melalui proses pemilihan melalui tahap pengajuan calon ketua, penyampaian visi dan misi, serta pemungutan suara, maka terpilih Edward Syafron (TT1) dan Fahrul Rezi (TT2) sebagai Ketua dan Wakil Ketua IATT wilayah Bandung. Misi pertama yang dilakukan pengurus IATT Wilayah Bandung pada saat itu adalah meletakkan pondasi IATT Bandung, membentuk badan organisasi IATT Bandung dan sosialisasi pendirian IATT Jambi kepada semua alumni TT di daerah lain, SMA TT, dan ketua Yayasan Pendidikan Jambi. Setelah sosialisasi, IATT Wilayah Sumatera Selatan, Jabotabek dan Padang terbentuk yang mana pada saat itu IATT Sumsel diketua Gondo Irawan (TT1), Jabotabek diketuai Hendra Abadi (TT1) dan Padang diketuai oleh Heriyanto (TT1), tidak lama setelah itu IATT Yogyakarta pun berdiri.

Setelah terbentuk IATT wilayah tersebut, muncul ide dari alumni di Bandung untuk membentuk IATT Pusat yang merupakan pusat dari wilayah-wilayah, tapi sampai berakhirnya kepengurusan pertama IATT Bandung, hal ini belum bisa dilaksanakan. Suksesi pertama kepengurusan IATT Bandung berjalan lancar dengan terpilihnya Endri Suprianto (TT2) sebagai ketua dengan Iwan Achmadi Lubis (TT2) sebagai wakil ketua. Pada kepengurusan kedua IATT Bandung, pembentukan IATT Pusat belum bisa dilaksanakan karena masih sedikitnya alumni pada saat itu, tapi kegiatan rutin masih tetap berlanjut seperti membantu siswa yang akan bimbel di Bandung, kaderisasi, buka bersama, sosialisasi universitas dan Jurusan ke SMA TT, dll.

Suksesi Kedua kepengurusan IATT Bandung terjadi pada tahun 2001 dengan terpilihnya Anthon Merdiansyah (TT3) sebagai ketua. Pada masa kepengurusan inilah IATT Bandung berhasil menjadi pemrakarsa pendirian IATT Pusat di Jambi dengan ketua pertama terpilih Raden Rikie Eka Cahyadi (TT3) untuk masa jabatan 2001-2004. IATT juga mengadakan Kongres di tahun 2001, bertempat di kampus Pijoan. Setelah pendirian IATT Pusat, maka semua IATT Wilayah resmi berada di bawah IATT Pusat.

Pemilihan Ketua Umum IATT ke-2 (periode 2005-2008) dilaksanakan dengan sistem pemilihan umum yang diawali dengan pengajuan nama-nama calon, kampanye, dan pemilihan langsung. Melalui pemilu yang demokratis ini terpilihlah R. Ferdy Ferdian (TT5) sebagai ketua Umum. Ketua Umum Periode 2008-2011 pun dipilih melalui pemilihan umum. Jelpa Periantalo (TT8) terpilih sebagai Ketua Umum IATT Pusat sekarang.

Kini, IATT telah memiliki tujuh IATT wilayah
1. IATT Wilayah Bandung
2. IATT Wilayah Jabodetabek
3. IATT Wilayah Jambi
4. IATT Wilayah Padang
5. IATT Wilayah Palembang
6. IATT Wilayah Semarang
7. IATT Wilayah Yogyakarta

——————————————————————-

Deklarasi Pendirian IATT Jambi

Mengetahui:
1. Perlunya suatu wadah bagi alumni SMU Titian Teras Jambi untuk berkreasi dan berorganisasi guna memberi kontribusi bagi para alumni dan SMU Titian Teras Jambi;
2. Perlunya mempererat hubungan antar alumni SMU Titian Teras Jambi;

Menimbang:
1. Adanya kesamaan visi dari alumni SMU Titian Teras Jambi yang berada di Bandung untuk berbuat yang terbaik bagi alumni itu sendiri dan SMU Titian Teras Jambi;
2. Adanya keinginan untuk menjadi satu ikatan dalam melaksanakan visi tersebut;

Memutuskan:
Dengan kebulatan tekad maka hari ini, Minggu, 21 Maret 1999, pukul 14.50 WIB, alumni SMU Titian Teras Jambi yang berada di Bandung mendeklarasikan berdirinya Ikatan Alumni SMU Titian Teras Jambi (IATT JAMBI).

Dideklarasikan di Bandung tanggal 21 Maret 1999.

Kami yang mendeklarasikan:
1. Edward Syafron
2. Fahrul Rezi
3. Dwi Prasetya
4. Budi Dian Putra
5. Adi Putra
6. Eko Nuryanto
7. Boy Ramadhan
8. Andrie Fransusman
9. M. Denny Noviar
10. Iwan Ahmadi Lubis
11. Ahmad Ichwan
12. Endri Suprianto
13. M. Saleh Ridha
14. Saifullah
15. Joihot Rizal Tambunan
16. Erwandy
17. Hery Wandrizal
18. M. Tanjinur
19. Fardinal
20. Ebon Riadi
21. Fengky Ananda
22. Arzalvery Agus
23. Johan Hendry B.
24. Eko Yuzes Saputro