Laba-Laba Penyembuh Luka
Sarang laba-laba di rumah tentu mengganggu. Tak sedap dipandang, juga memberi kesan rumah tak terurus alias si penghuni malas membersihkan rumahnya. Tapi sarang laba-laba ini bisa juga bermanfaat. Selain diketahui memiliki serat yang sangat kuat, sarang atau jaring laba-laba bisa berfungsi sebagai penyembuh luka.
Laba –laba merupakan jenis hewan Arthropoda dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Dari tubuhnya laba-laba dapat menghasilkan protein yang digunakan untuk membuat perangkap yang dapat memerangkap serangga sebagai makanannya.
Laba-laba merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis laba-laba, dengan perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan subordo Mesothelae, mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada musuh atau mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia.
Tidak semua laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi semuanya mampu menghasilkan benang sutera –yakni helaian serat protein yang tipis namun kuat– dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan lain-lain.
Jaring laba-laba dikenal sebagai serat alami terkuat yang pernah ada dan memiliki potensi yang belum diketahui dalam dunia kesehatan sebagai tendon buatan atau untuk memperbaiki ligament. Jaring laba-laba terbuat dari molekul protein kompleks yang dikeluarkan oleh laba-laba melalui bagian belakang tubuhnya. Jaring laba-laba sangatlah kuat, kekuatan regangnya dapat dibandingkan dengan besi kualitas tinggi hingga 1.3 GPa. Namun kerapatan jaring laba-laba lebih kecil dibanding besi dengan rasio antara kekuatan regang dan kerapatannya sekitar 5 kali lebih baik dibandingkan dengan besi.
Menurut seorang ahli biologi molekuler Randolph Lewis dari Universitas Wyoming jaring laba-laba memiliki nilai potensial dalam dunia medik dalam melawan infeksi, menyembuhkan luka dan pembendungan darah.
Dari penelitian sebelumnya belum diketahui apakah laba-laba dapat membunuh kuman, namun penelitian pada binatang menunjukkan bahwa jaring laba-laba tidak memicu sistem pertahanan tubuh yang dapat menimbulkan penolakan pada organ yang ditanamkan.Peneliti di Universitas Tufts menemukan bahwa jaring laba-laba dapat digunakan sebagai penggantung untuk menumbuhkan kembali ligament yang rusak.
Para ilmuwan juga mengembangkan jaring laba-laba untuk membuat jahitan yang bagus pada pembedahan sehingga tidak meninggalkan bekas jahitan.
Sumber : wikipedia, engineering center UI
The SimplePie template file is not readable by WordPress. Check the
Subhanallaah…
Ma kholaqta hadza bathila (tidaklah sesuatu itu diciptakanNya sia-sia). Inilah satu lagi fenomena alam yang merupakan bukti bahwa Alquran itu benar. Allah berfirman bahwa semua yang diciptakanNya tidaklah sia-sia. Terbukti dengan hal yang selama ini tidak terfikirkan sebersit pun oleh kita manfaatnya tetapi dengan penelitian ilmiah ternyata ada manfaatnya. SUBHANALLAAH