Harian Jambi Ekspress
Petani Temukan Benda Bersejarah, Diduga Berasal dari Abad IX Monday, 14 April 2008
SUNGAIPENUH – Petani di Kabupaten Kerinci kembali menemukan benda bersejarah di dalam ladangnya. Penemuan benda bersejarah yang diduga berasal dari abad IX Masehi itu merupakan rentetan dari penemuan sebelumnya yakni Oktober 2007. Benda bersejarah itu ditemukan di Renah Malayang Desa Lolo Gedang, Kecamatan Gunung Raya. Benda-benada itu berupa tempayang, kendi, tembaga yang ditemukan di ladang milik Afdal warga setempat.

Untuk bisa sampai di lokasi penemuan benda bersejarah itu memang agak sulit. Lantaran harus berjalan kaki menyelesuri jalan kecil sepanjang 2 KM dari jalan desa. Benda bersejarah itu persis berada di dalam ladang milik Afdal yang ditanami kulit manis dan tanaman cabe. Di lokasi penanaman cabe inilah ditemukan benda bersejarah itu.

Menurut keterangan Afdal, dirinya menemukan benda bersejarah ini secara tidak sengaja pada Oktober 2007 lalu. Ketika itu dirinya sedang menggali sumur untuk menampung air guna menyiram tanaman cabe di ladang. Belum sempat dirinya menggali lebih dalam hanya baru 100 CM penggalian, cangkulnya sempat menyentuh sebuah benda.

“Cangkul saya menyentuh sebuah benda. Lalu saya berhenti. Kemudian saya amati ternyata benda itu berupa tempayan. Penggalian terus saya lakukan ternyata ditemukan juga berupa kendi dan tembaga,” terang Afdal, kepada koran ini Minggu (13/4) kemarin. Tidak lama setelah penemuan benda itu, dirinya bersama masyarakat setempat melaporkan ke Balai Arkeologi di Palembang. Kemudian tim dari Arkeolagi Tri Marhaini dengan 3 orang anggota, pada Jumat (4/4) lalu datang ke lokasi dan menemukan pula benda bersejarah ini.

Masih dari penuturan Afdal, petugas dari Arkeologi setiba di lokasi kembali menggali sebanyak 10 lubang di sekitar lokasi penemuan awal masing-masing lubang yang digali berukuran 2×2 meter dengan kedalaman 150 cm. Untuk membantu penggalian, mereka mempekerjakan 10 orang penduduk setempat. Dari 10 lubang yang digali berhasil ditemukan berupa 8 unit tempayan dengan berbagai ukuran. Dalam tempayan itu ada satu buah buli-buli dan 2 coin berhias bunga. Ada juga perunggu, tombak, kendi serta tulang belulang manusia yang sudah hancur.

Ditemukannya benda bersejarah itu memang cukup beralasan apalagi satu desa sekitarnya yakni di Desa Lolo Gedang, juga terdapat bukti sejarah berupa Batu Gong yang berukuran panjang 2 meter dengan diamater 50 cm berbentuk lonjong, bergambarkan gong dan relief orang menari. “Biasanya dari titik Batu Gong ke arah Selatan hingga 1,5 KM sudah bisa dipastikan ada benda-benda bersejarah yang terkubur. Di Kerinci hanya ada dua buah Batu Gong. Pertama di Lolo Gedang dan di Muak. Tempayan yang ditemukan ini sama bentuknya dengan tempayan yang ditemukan di daerah Giri Manuk, Jawa Barat, Lahat, Merangin, Sumbar, Taiwan dan Filipina,” jelsa Afdal menirukan ucapan Tri Marhaini.

Dari pengakuan Afdal lagi, di ladang miliknya juga pernah ditemukan emas batangan pada tahun 1999. Hanya saja emas batangan yang ditemukan petani tersebut tiak diketahui berapa beratnya. Pada kesempatan yang sama Kepada Desa Lolo Gedang Kamil mengakui bahwa dirinya juga sudah melaporkan penemuan benda bersejarah itu kepada Pemkab Kerinci melalui Dinas Pariwisata. Hanya saja belum ada tanggapan dari Dinas Pariwisata Kerinci. “Kita sudah laporkan ke Dinas Pariwisata namun belum ada tanggapan. Kita hanya mengkhawaitirkan jika benda-benda peninggalan abad IX ini yang terdapat di ladang milik masyarakat jika tidak ada perlindungan dari pemerintah dikhawatirkan akan hilang dan dicuri orang,” tandas Kades Kamil. (wdo