Dalam hidup kita tak akan terlepas dari bagian suatu kelompok. Kita dapat mempengaruhui atau dipengaruhui oleh kelompok. Seandainya, suatu kelompok tersebut berhasil, besar, jaya, si individu yang bagian dari suatu kelompok pun ikut merasa besar, jaya, berhasil. Bukan hanya itu, orang-orang yang berada di luar kelompok pun yang mempunyai kepentingan pun merasakannya. Istilah ini dikenal dengan ’stake holder’. Contoh saja, ketika Barcelona menjuari Liga Champion 2006, yang merasa bahagia bukannya tim Barcelona. Namun, banyak pihak (stoke holder)nya, para penggemar, warga Spanyol, sponsor, pemerintah Spanyol, dll. Padahal mereka bukan bagian dari tim Barcelona.
Seandainya, Ikatan Alumni SMA Titian Teras (IATT) menjadi suatu organisasi yang besar dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Jambi. Siapa yang bangga ? orang pertama tentunya, para anggotanya. SMA Titian Teras, Yayasan Pendidikan Jambi, orang tua alumni (stake holder) pun akan merasa bangga dengan keberhasilan tersebut. Sudahkan IATT menjadi organisasi yang besar ? jawabannya ada di tangan kita. Namun, banyak hal yang harus kita kerjakan demi mewujudkannya. Berikut ini, ada sedikit masukan dari seorang alumni (yang jelas bukan dari penulis).

1. Memperkuat konsolidasi diantara sesama alumni, baik yang sudah sesepuh maupun alumni SMA TT yang baru. Kalo bisa, sejak dari kelulusan pertama dari SMA TT, alumni sudah didata dan diarahkan.

2. Memperkuat koordinasi antara IATT Pusat dan IATT di daerah, mengapa ??? Justru IATT-IATT daerah-lah yang harus bergerak aktif, tidak selalu menunggu sehingga GELIAT KERJA IATT itu benar-benar kelihatan. Pendek kata, IATT Pusat bukanlah sesuatu yang terpisahkan dari IATT daerah, tapi merupakan satu kesatuan.

3. badan kepengurusan IATT Pusat hendaknya
- diisi oleh orang-orang yang betul-betul KOMIT akan IATT,
- bukan sekedar NEBENG sebagai pengurus,
- bukan orang-orang yg bersemangat justru diawal-awal kepengurusan saja selanjutnya
terserahlah…, - tidak banyak ITUNG2-an,
- loyal dan dapat bekerja sama dengan baik dengan Ketua IATT Pusat,
- Begitu pula dengan ketua-nya tidak hanya sebagai DECISION MAKER ataupun
sekedar memberikan pemikiran-pemikiran saja, tapi juga sedikit banyak tau TEKNIS-
nya karena pengalaman selama ini semua program yang ada akan mentok pada
teknis pelaksanaannya, pada akhirnya wacana-wacana bagus yang ada tersebut tinggal
wacana saja tidak bisa terealisasi (hal ini paling banyak terjadi, boleh dikata REKOR),
- perlu banyak kreativitas-kreativitas baru guna memicu semangat alumni yang lain untuk
berkecimpung didalam IATT, jangan sampai terlontar kata-kata dari alumni TT —> ah
IATT !!! emangnya kerja IATT itu apa aja sih ?! tiap ada pertemuan pasti duit ke duit, apa yang bisa aku dapatkan dari IATT ???
- badan kepengurusan bisa menjalin KOMUNIKASI yang baik dengan sesama alumni,
sehingga tidak ada pihak yang merasa tersisihkan atau dimuntahkan begitu saja IDE-
IDE brilian-nya. pendek kata, jangan sampai membunuh KARAKTER-KARAKTER
alumni tertentu, justru karakter-karakter terpendam tersebut yang boleh jadi sangat-
sangat BRILIAN.

4. selalu membuka diri, mau menerima masukan, tidak cepat-tidak menyalahkan sekiranya ada sebagian/sekelompok alumni yg mempunyai ide berseberangan.
5. perkuat perangkat IATT baik di pusat maupun di daerah; misalnya kaji ulang AD/ART, terus-menerus buat DOKUMENTASI (agar ada pegangan buat penerus IATT kedepannya), terus-menerus mendata ALUMNI dan tetap menjaga komunikasi, serta selalu melakukan EVALUASI internal tiap akhir tahun (jadi, selama 3 tahun kepengurusan minimal harus ada 2 kali evaluasi).

Sumber : seorang alumni SMA Titian Teras yang pernah menjadi pemimpin IATT dan berkontribusi nyata bagi kemjuan IATT